AyatAyat Al-Quran Mengenai Cinta. Untuk membaca mengenai cinta, tentunya tidak hanya terdapat di dalam Al-Quran. Di realitas atau kehidupan yang nyata, justru cinta Allah lebih terlihat dan sangat mudah untuk kita rasakan. Untuk itu, di dalam Al-Quran, berikut adalah ayat-ayat yang berkenaan mengenai cinta yang bisa kita ketahui. QS Al Ayatyang ketiga tentang toleransi adalah bahwa perbedaan pandangan adalah ciptaan Allah. Dan kita tidak ada hak untuk menyatukan satu pandangan saja. "Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya." (QS. Siswamengemukakan pendapat tentang perbedaan sifat Allah SWT dengan makhluk-Nya . Siswa mengartikan lima sifat wajib bagi Allah SWT secara klasikal, kelompok dan individu . 1. Gambar peraga tentang perilaku penyayang terhadap hewan 2. Cerita menarik yang berkaitan dengan bahan ajar 3. Ayat Alquran dan hadis yang berkaitan dengan perilaku Sungguh kami pernah membaca surat yang menyerupai surat At Taubah, saya tidak hafal kecuali ayat berikut ini: "Kalau saja bagi anak Adam ada dua lembah harta, maka ia akan mengharap lembah yang ketiga, dan tidak akan ada yang bisa memenuhi perut anak Adam kecuali tanah, dan Allah akan mengampuni orang yang bertaubat". 1) Katakanlah: "Hai orang-orang kafir (2) Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah (3) Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah (4) Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah (5) dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah (6) Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku". 2. mgP9. Jama’ah Shalat Jum’at yang Dimuliakan Allah Subhānahu Wata’ālā Allah berfirman di dalam Al-Qur’an يَا Ø£ÙŽÙŠÙُهَا النÙَاسُ إِنÙَا ØÙŽÙ„َقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْØÙŽÙ‰Ù° وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنÙÙŽ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللÙَهِ أَتْقَاكُمْ إِنÙÙŽ اللÙÙŽÙ‡ÙŽ عَلِيمٌ ØÙŽØ¨ÙÙŠØ±ÙŒ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal QS. Al-Hujarāt 13 Ayat di atas menggambarkan tentang asal muasal kehidupan manusia yang majemuk sekaligus menetapkan hikmah kemajemukan tersebut. pada mulanya, manusia berawal dari satu bapak dan satu ibu, kemudian berkembang menjadi sebuah “jagad kemajemukan” dalam bentuk negara, suku, dan ras yang berbeda-beda. Sejatinya kemajemukan dalam hidup ini berjalan dengan semangat saling mengenal at-ta’āruf, saling menghormati dan saling mengisi. Imam Ar-Razi dalam kitab tafsir MafātÄh Al-Gyahb mensinyalir bahwa, ayat di atas menegaskan agar manusia tidak saling meninggikan diri, sombong, dan membanggakan diri di hadapan manusia yang lain. Karena apa pun kondisinya, manusia tetaplah manusia. Mereka sama-sama berasal dari bapak dan ibu yang sama. Semangat inilah yang hendak disematkan oleh ayat di atas ke dalam kehidupan umat Islam. Itu sebabnya, ayat tersebut tidak menyapa manusia di dalam kubangan perbedaan-perbedaan yang ada. Justru yang digunakan adalah ungkapan, “wahai Dalam khazanah ilmu tafsir, “sapaan universal” seperti di atas wahai manusia menjadi ciri utama bagi ayat-ayat Al-Qur’an yang turun di masa-masa awal kedatangan Islam, yakni di Mekah. Secara umum, ayat-ayat yang turun pada fase ini bertujuan untuk mengokohkan sisi kemanusiaan umat Islam sebagai dasar utama kehidupan mereka, sehingga umat Islam tidak terpecah-pecah oleh perbedaan yang bersifat niscaya. Perbedaan adalah sunnatullāh dan keragaman merupakan kenyataan yang menunjukkan kebesaran Sang Khaliq. Allah menciptakan manusia berbeda-beda satu sama lain sesuai dengan ciri khasnya masing-masing. Karena itu, keterbukaan, toleransi dan menghormati pihak lain yang berbeda dengan kita merupakan aspek penting dalam Islam. Saat ini sulit sekali menemukan suatu negara atau bangsa yang monolitik, alias satu ras, satu agama atau satu ideologi saja. Ketunggalan suatu negara dalam ras, suku dan agama semakin jarang terjadi karena mobilitas penduduk yang kian meningkat. Perpindahan penduduk dari satu negara ke negara yang lain baik karena alasan kerja profesional maupun alasan personal seperti pernikahan menunjukkan kecenderungan yang kian meningkat. Ini menyebabkan keragaman semakin tak terhindarkan. Jama’ah Shalat Jum’at yang Dimuliakan Allah Subhānahu Wata’ālā Realitas kemajemukan ini mendapatkan apresiasi sedemikian rupa dalam Al-Qur’an. Kita sebagai umat Islam dituntun agar saling mengenal dan saling menghormati antara satu dengan yang lain. Hal ini ditandai dengan adanya seruan tegas dalam al-Quran agar orang beriman menghormati dan mengimani semua Nabi dan semua kitab suci yang diturunkan Allah, sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisā’ ayat 136 يَا Ø£ÙŽÙŠÙُهَا الÙَذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللÙَهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الÙَذِي نَزÙÙŽÙ„ÙŽ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الÙَذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللÙَهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآØÙØ±Ù فَقَدْ ضَلÙÙŽ ضَلَالًا بَعِيدًا Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu sangatlah sesat. QS. An-Nisā’ 136. Itulah sebabnya, kaum muslimin menghormati seluruh Nabi hingga Nabi terakhir Muhammad SAW., baik Nabi-nabi yang disebut dalam Al-Qur’an ataupun yang tidak disebutkan. Dengan demikian dapat ditegaskan pula bahwa, keimanan seorang muslim tidak akan pernah sempurna kecuali mengakui dan mengimani Nabi-nabi terdahulu sekaligus mengimani kitab suci mereka. Karena sesungguhnya mereka tidak menjadi Nabi lantaran diangkat oleh umatnya atau diri sendiri, melainkan semata-mata karena pilihan dan ketetapan Allah subhānahu wata’āla. Begitu pula dengan kitab suci yang dibawanya. Dalam salah satu Hadisnya, Nabi Muhammad SAW mengilustrasikan hubungan para Nabi sebagai sebuah bangunan yang megah dan indah. Namun ada satu batu bata dari bangunan itu yang bila tidak dipasang cukup mengganggu keindahan dan kekokohan bangunan tersebut. Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir adalah batu bata yang membuat bangunan itu semakin indah dan sempurna. إن٠مØÙ„ÙŠ ونØÙ„ الأنبياء من قلبي كمØÙ„ رجل بنى بنيانا فأحسنه وأجمله، إلا موضع لبنة من زاويه من زواياه، فجعل الناس ÙŠØÙˆÙÙˆÙ† به، ويعجبون له، ويقولون هلا٠وضعت هذه اللبنة؟ قال فأنا ØØ§ØªÙ… النبيÙين. Perumpamaanku dan perumpamaan para Nabi terdahulu, yaitu seperti seorang membangun rumah, lalu menyempurnakan dan memperindahnya kecuali sebuah batu di bagian pojok rumah. Kemudian orang-orang mengelilingi dan mengagumi tempat tersebut. Mereka bertanya, “Kenapa batu ini tidak diletakkan?” Rasulullah SAW menjawab, “Aku adalah batu itu dan Aku adalah penutup para Hadis ini menunjukkan bahwa betapa Islam sangat menghargai agama-agama samawi yang sudah datang sebelumnya. Islam tidak menghapus ajaran agama sebelumnya, tetapi justru menyempurnakannya. Jama’ah Shalat Jum’at yang Dimuliakan Allah Subhānahu Wata’ālā Harus jujur diakui, terdapat sekian banyak ajaran dalam Islam yang sebelumnya disyariatkan oleh Allah kepada agama-agama samawi yang diturunkan sebelum Islam, yakni Yahudi dan kristen. Di antara ajaran tersebut adalah ajaran tentang ketuhanan monoteisme, hukum qishash hukum pembalasan, dan lain sebagainya. Fakta di atas telah menjadi kesadaran ilmiah para ulama besar dalam Islam. Mereka tak hanya mengakui ajaran-ajaran tersebut, lebih daripada itu, mereka menjadikan fakta tersebut sebagai kaidah hukum. Dalam hukum Islam, kaidah ini dikenal dengan istilah, syar’u man qablana fahuwa syar’un lanā ajaran umat terdahulu juga menjadi ajaran bagi kita umat Islam. Patut disesali, karena ajaran Islam yang demikian indah tentang pengakuan terhadap keragaman, belakangan ini sepertinya mulai terabaikan. Ajaran yang demikian agung tentang penghargaan atas perbedaan sepertinya kian ditinggalkan. Kita melihat, bahwa perbedaan seringkali menjadi pemicu konflik. Sudah sedemikian sering kita menyaksikan perbedaan yang justru menimbulkan kekacauan dan konflik sosial dengan korban yang tidak sedikit. Jangankan dengan kelompok agama lain yang jelas-jelas berbeda, dengan sesama umat Islam sendiri bahkan berkonflik hanya karena adanya perbedaan-perbedaan yang sebetulnya sangat manusiawi. Padahal, manusia sudah dianugerahi keunikan masing-masing yang tidak mungkin sama antara yang satu dengan yang lain, baik dari segi bentuk fisik, sifat, karakter dasar hingga perbedaan perasaan, keinginan, harapan dan tentu saja kepentingan. Realitas perbedaan ini menyadarkan kita tentang indahnya bersama dalam keragaman. Sangatlah disayangkan bila hal ini justru seringkali memicu konflik. Bahkan, di antara umat Islam sendiri terjadi saling sesat menyesatkan dan kafir mengkafirkan yang kemudian berujung pada perusakan dan penghancuran. Sejatinya keragaman dan perbedaan adalah rahmat, sebagaimana ditegaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam salah satu Hadisnya. Adalah kesalahan kita sendiri bila keragaman dan perbedaan tidak mendatangkan rahmat. Hingga kita menyaksikan konflik berkepanjangan, bahkan diwarnai kekerasan. Sudah berapa banyak nyawa dan harta melayang karena manusia tidak menjalankan tuntunan Allah untuk menghormati perbedaan dan keragaman. Beberapa pihak mencoba mengatasi masalah tersebut. Namun usaha yang ada tidak membuahkan hasil maksimal karena masing-masing pihak merasa diri sendiri paling benar. Di internal umat Islam sendiri terjadi pengkotak-kotakan sedemikian rupa dan hampir tidak menemukan kata sepakat terkait dengan cara mengatasi perbedaan ini. Perbedaan dan keragaman bukannya disyukuri sebagai karunia dari Sang Maha Pemurah, tetapi justru dianggap sebagai ancaman yang dapat membahayakan. Pandangan seperti ini kemudian memaksakan kehendak melalui usaha-usaha penyeragaman. Jama’ah Shalat Jum’at yang Dimuliakan Allah Subhānahu Wata’ālā Sekali lagi perlu ditegaskan, keragaman adalah sunnatullāh. Allah menghendaki semua keragaman ini terjadi dalam kehidupan. Dan tidak akan ada satu orang pun yang mampu menolak atau menghindar dari kehendak-Nya. Dalam salah satu firman-Nya Allah menegaskan وَلَوْ شَاءَ اللÙَهُ لَجَعَلَهُمْ أُمÙَةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ يُدْØÙÙ„ُ مَنْ يَشَاءُ فِي رَحْمَتِهِ وَالظÙَالِمُونَ مَا لَهُمْ مِنْ وَلِيÙٍ وَلَا نَصِيرٍ Kalau saja Allah berkehendak, maka ia akan jadikan mereka satu umat saja, tetapi ada orang yang dikehendaki-Nya masuk dalam rahmat-Nya, sementara orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun atau seorang penolong QS. Asy-SyÅra 8 Kita perlu bersikap arif dalam menghadapi perbedaan dan keragaman, bukan semata-mata karena kehidupan ini penuh dengan keragaman, tetapi juga karena manusia tidak bisa lagi hidup sendiri di jagat raya ini; semuanya saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Salah satu kemajuan penting abad dua puluh satu ini adalah kenyataan bahwa seluruh negara telah menjadi dekat dan bertetangga berkat kemajuan tekhnologi informasi yang semakin mengglobal. Jika masalah keragaman tidak ditangani dengan serius di tengah gegap gempita pertemuan berbagai kebudayaan dalam peradaban global, maka perang peradaban bisa semakin dekat dengan kenyataan. Realitas keragaman tentu tidak bisa dibiarkan apa adanya tanpa ada usaha mengembangkannya dalam suatu harmoni sosial. Sebab, jika tidak dikelola dengan baik, maka perbedaan dalam keragaman dapat menjadi bibit-bibit konflik. Perbedaan budaya, bahasa, asal-usul, etnis, dan keyakinan memang tidak pernah betul-betul menjadi pemicu konflik. Tapi perbedaan dan keragaman seperti itu bisa menjadi kendaraan efektif bagi berbagai kepentingan yang dengan mudah menumpanginya. Pada awalnya mungkin perbedaan tidak menjadi masalah, tapi tatkala kepentingan masuk ke dalamnya, maka perbedaan yang sebelumnya berupa rahmat bisa dengan cepat berubah menjadi laknat. Karena itu, dibutuhkan sikap yang lebih menghargai perbedaan dan keragaman. Sikap yang tidak hanya mengakui adanya kelompok lain, tetapi juga memberi perlindungan terhadap kelompok lain yang terancam. Sebuah sikap pro-aktif untuk menjaga harmoni sosial dalam realitas yang beragam. Jika kita gagal menjalankan sikap ini, maka yang paling terancam sebetulnya adalah umat beragama itu sendiri. Sebab, jika satu kelompok agama terus hidup dalam komunitasnya sendiri sambil bersikap curiga dan menganggap kelompok agama lain sebagai musuh, maka yang akan terjadi adalah perang agama. Itulah sebabnya, kebenaran agama tidak cukup ditunjukkan hanya dengan ajaran yang terdapat dalam kitab suci, tetapi juga harus dibuktikan dengan keterlibatan agama itu sendiri untuk turut menyelesaikan berbagai problem kemanusiaan yang kian hari kian kompleks. Penyelesaian problem kemanusiaan yang kian kompleks tentu tidak mungkin diserahkan hanya kepada satu komunitas agama. Dalam konteks seperti ini, sejatinya kaum beriman sudah melampaui dialog dengan melakukan aksi nyata secara bersama-sama dalam rangka menanggulangi berbagai bentuk problem kemanusiaan. Jama’ah Shalat Jum’at yang Dimuliakan Allah Subhānahu Wata’ālā Sebagai sunnatullah, tentu saja perbedaan memerlukan etika atau akhlak. Sebab, jika perbedaan dibiarkan tanpa akhlak, maka sangat mungkin perbedaan itu berubah dari rahmat menjadi laknat. Sudah menjadi tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi untuk memelihara dan melestarikan pesan moral dari Hadis yang menegaskan bahwa perbedaan adalah rahmat. Karena sebagai kehendak Allah, tentu saja perbedaan dan keragaman mempunyai tujuan agung. Allah SWT mencipatakan bumi dan langit dan seluruh isinya tidak sia-sia. Selalu ada tujuan dalam menciptakan makhluk-Nya. Salah satu tujuan diciptakannya keragaman adalah agar manusia saling kenal dan saling tolong-menolong, sebagaimana diamanahkan dalam surat Al-Hujarāt di awal khutbah ini. Karena itu, di penghujung khutbah ini, marilah kita kembali kepada prinsip dasar yang menjadi landasan kehidupan bersama, yakni tentang pesan moral dari tujuan diciptakannya keragaman. Allah SWT menciptakan perbedaan bukan untuk saling bermusuhan, tetapi justru untuk saling mengenal, belajar satu sama lain dan tolong menolong dalam kebaikan. Hanya dengan tolong menolong, kita bisa memperbaiki kualitas hidup. Dan hanya dengan tolong menolong dalam kebaikan kita dapat membantu lahirnya generasi masa depan yang lebih berkualitas. بارك اللÙÙ‡ لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني ÙˆØ¥ÙŠÙØ§ÙƒÙ… بما فيه من الآيات والذÙكر الحكيم وتقبÙÙ„ منÙÙŠ ومنكم تلاوته إنÙÙ‡ هو السÙميع العليم. Sebagai agama yang rahmatan lil alamin, terdapat ayat Al-Quran tentang toleransi tasamuh yang wajib diketahui umat Ushuluddin UIN Suska mencatat, sebagai rahmat bagi alam semesta, Islam juga bersifat tetap mengakui dan menerima kenyataan adanya pluralitas agama di muka apa saja jenis toleransi dalam Islam yang diatur Al-Qur'an? Yuk, simak selengkapnya ayat Al-Quran tentang toleransi, Moms!Baca Juga Cerita Sejarah Sunan Kudus dengan Toleransi Beragama yang TinggiMakna Toleransi Menurut Pandangan IslamFoto Makna Toleransi atau tenggang rasa dalam Islam disebut dengan tasaamuh. Dalam bahasa Arab, tasaamuh berarti sama-sama berlaku baik, lemah lembut dan saling dari tasaamuh adalah bersikap menerima dan menghargai perbedaan yang ada. Tasaamuh bukanlah mencampuraduk keimanan atau keyakinan antar berarti menghargai eksistensi agama yang dianut orang tasaamuḥ yang diajarkan dalam Islam sangat rasional dan praktis. Yaitu dijalankan dengan mengenali, menghargai, dan terbuka dengan jika berkaitan dengan perbedaan agama, keyakinan umat Islam kepada Allah tentu berbeda dengan umat beragama lain dan tidak dapat contoh, Allah melarang kita untuk mencela keyakinan umat beragam lain. Allah SWT berfirman“Dan janganlah kalian mencela orang-orang yang berdo’a kepada selain Allah, yang menyebabkan mereka mencela Allah dengan permusuhan dengan tanpa ilmu. Demikianlah Kami menghiasi untuk setiap umat amalan mereka, lalu Dia mengabarkan kepada apa yang mereka lakukan” QS. al-An’am [6]108Tasaamuh atau toleransi berlaku bagi semua manusia tanpa terkecuali. Sebab, perbedaan yang ada di dunia sudah semestinya ditanggai dengan damai dan saling Juga Syukuran 4 Bulanan Dalam Islam, Berikut PenjelasannyaHadis dan Ayat Al-Quran tentang ToleransiFoto Kitab Suci Alquran Orami Photo StocksSecara bahasa, toleransi berarti tenggang istilah, toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan antar sesama SWT telah menciptakan manusia berbeda satu sama ini bisa menjadi kekuatan jika dipandang secara positif, namun bisa memicu konflik jika dipandang secara antar umat beragama telah dicontohkan oleh Rasulullah saat selesai Perang Badar, pasukan muslim yang menang ingin tawanan non muslim untuk Rasulullah SAW justru meminta agar tawanan perang tersebut beberapa hadis dan ayat Al-Qur'an tentang toleransi. Beberapa ayat Al-Quran tentang toleransi di antaranya, yakni1. Surat Al-Kafirun Ayat 1-6Terdapat jenis toleransi dalam Islam yang telah diatur dalam ayat Al-Quran tentang toleransi, salah satunya dalam surat يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ . لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ . وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ . وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ . وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ . لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِArtinya "Katakanlah Muhammad Wahai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah apa yang aku sembah, untukmu agamamu, dan untukku agamaku’.” QS Al-Kafirun 1-6.2. Surat Yunus Ayat 40-41Foto Membaca Al-Quran itu, ada pula ayat Al-Quran tentang toleransi dan tanggung jawab yang juga memiliki makna dari surat Yunus, berikut bacaan dan artinyaوَمِنْهُمْ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ لَا يُؤْمِنُ بِهِ ۚ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِالْمُفْسِدِينَ . وَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقُلْ لِي عَمَلِي وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ ۖ أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَArtinya "Dan di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya Al-Qur’an, dan di antaranya ada pula ada orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat jika mereka tetap mendustakanmu Muhammad, maka katakanlah bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak pertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.” QS Yunus 40-41.3. Surat Al-Mumtahanah Ayat 8Berlaku adil antar sesama juga termasuk dalam bagian bacaan ayat suci Al-Qur'an tentang toleransi selanjutnyaلَّا يَنْهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمْ يُقَٰتِلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوٓا۟ إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَArtinya “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” QS Al-Mumtahanah 8Baca Juga Hukum KB dalam Islam Berdasarkan Alquran dan Hadits4. Surat Al-Baqarah Ayat 178Foto Keutamaan Membaca Alquran Orami Photo StockAyat Al-Qur'an tentang toleransi selanjutnya termasuk dalam surah Al-Baqarah Ayat bunyi dan penjelasannya ayatnyaيَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِصَاصُ فِى ٱلْقَتْلَى ۖ ٱلْحُرُّ بِٱلْحُرِّ وَٱلْعَبْدُ بِٱلْعَبْدِ وَٱلْأُنثَىٰ بِٱلْأُنثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِىَ لَهُۥ مِنْ أَخِيهِ شَىْءٌ فَٱتِّبَاعٌۢ بِٱلْمَعْرُوفِ وَأَدَآءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَٰنٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ ٱعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُۥ عَذَابٌ أَلِيمٌArtinya “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah yang memaafkan mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah yang diberi maaf membayar diyat kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik pula.Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barang siapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih,” QS Al-Baqarah 178.5. Surat Al-Hajj Ayat 40Ada juga ayat Al-Quran tentang toleransi dan meminta pertolongan dari Allah bunyi dan penjelasan artinyaٱلَّذِينَ أُخْرِجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِم بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّآ أَن يَقُولُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَٰمِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَٰتٌ وَمَسَٰجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا ٱسْمُ ٱللَّهِ كَثِيرًا ۗ وَلَيَنصُرَنَّ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِىٌّ عَزِيزٌArtinya “Yaitu orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata Tuhan kami hanyalah Allah’. Dan sekiranya Allah tiada menolak keganasan sebagian manusia dengan sebagian yang lain,Tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong agama-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa." QS Al-Hajj 40Baca Juga 7 Surat Penenang Hati dalam Alquran untuk Menghilangkan Rasa Gundah, Insya Allah Manjur!6. Hadis tentang Toleransi dan Agama yang Dicintai Allah SWTFoto Membaca Alquran ayat Al-Quran tentang toleransi, Nabi Muhammad SAW juga menyiratkannya dalam berbagai hadis yang disampaikan oleh para sahabat, yakniعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ اْلأَدْيَانِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُArtinyaDari Ibnu Abbas, ia berkata; ditanyakan kepada Rasulullah SAW “’Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah? Maka beliau bersabda Al-Hanifiyyah As-Samhah yang lurus lagi toleran’.” HR Bukhari.7. Hadis tentang Toleransi dan Memberi KemudahanHadis tentang toleransi berikut juga bisa jadi pedoman kehidupan setiap tersebut, berbunyiأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ وَإِذَا اشْتَرَى وَإِذَا Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “Allah merahmati orang yang memudahkan ketika menjual dan ketika membeli, dan ketika memutuskan perkara.” HR Bukhari.8. Hadis tentang Toleransi dan TetanggaFoto Adab Bertetangga Orami Photo StocksSelanjutnya, terdapat hadis tentang toleransi dan adab bertetangga yang berbunyiعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُحِبَّ لِجَارِهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ - أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ وَ أَبُو يَعْلَىArtinya Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda “Demi Allah yang nyawaku di tanganNya, tidaklah beriman seorang hamba sehingga dia mencintai tetangganya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” HR Muslim dan Abu Ya’la.Baca Juga Mengenal Hadis Maudhu, Apakah Termasuk Hadis Palsu? Ini Penjelasannya!9. Surat Al-Baqarah Ayat 256Ayat Al-Quran tentang toleransi selanjutnya berasal dari Surat Al-Baqarah Ayat bacaan dan arti yang menjelaskan tentang toleransi dan kebersamaanلَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗوَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ٢٥٦Artinya "Tidak ada paksaan dalam menganut agama Islam. Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah sungguh telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."10. Surat Al-Hujurat Ayat 13Foto Ilustrasi Keluarga Islam Orami Photo StockIslam turut mengajarkan umatnya untuk selalu menghargai dan menghormati perintahnya terdapat dalam salah satu ayat Al-Quran tentang toleransi, yakni Surat Al-Hujurat Ayat النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌArtinya "Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti." QS. Al-Hujurat 1311. Surat Al-Mumtahanah Ayat 13Surat Al-Mumtahanah Ayat 13 juga mengajarkan sikap toleransi antar adil jadi yang penting untuk ditegakkan dalam يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَArtinya "Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil." QS. Al-Mumtahanah 13Baca Juga 20+ Bacaan Surat Pendek dalam Juz Amma, Yuk Ajarkan kepada Anak!12. Surat Al-Khaf Ayat 29Foto Alquran Al-Quran tentang toleransi dan bersikap adil juga terdapat dalam Surat Al-Khaf Ayat bacaan bunyinyaوَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَارًاۙ اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَاۗ وَاِنْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَاثُوْا بِمَاۤءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَۗ بِئْسَ الشَّرَابُۗ وَسَاۤءَتْ مُرْتَفَقًاArtinyaKatakanlah Nabi Muhammad, “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Maka, siapa yang menghendaki beriman, hendaklah dia beriman dan siapa yang menghendaki kufur, biarlah dia kufur.”Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang-orang zalim yang gejolaknya mengepung mereka meminta pertolongan dengan meminta minum, mereka akan diberi air seperti cairan besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. Itulah seburuk-buruk minuman dan tempat istirahat yang paling jelek."13. Surat Yunus Ayat 99Surat Yunus Ayat 99 juga termasuk dalam Al-Quran tentang toleransi. Berikut bunyi dan penjelasan arti yang dimaksudوَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ لَاٰمَنَ مَنْ فِى الْاَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيْعًاۗ اَفَاَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتّٰى يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَArtinya"Seandainya Tuhanmu menghendaki, tentulah semua orang di bumi seluruhnya beriman. Apakah engkau Nabi Muhammad akan memaksa manusia hingga mereka menjadi orang-orang mukmin?"Baca Juga Mengenal Hadis Maudhu, Apakah Termasuk Hadis Palsu? Ini Penjelasannya!Begitulah ayat Al-Quran tentang toleransi beserta hadis nabi agar berlaku adil, bahkan kepada orang dengan agama yang berbeda agar tercipta kedamaian di setiap hadis dan Ayat Al-Quran untuk pedoman sehari-hari, ya, Moms!

ayat alquran tentang perbedaan